Pengiriman Nissan Terra Baru Dilakukan Akhir Tahun

Nissan menggelar pameran Terra di Plaza Senayan Jakarta. Medcom.id/Ekawan Raharja

Jakarta: Konsumen yang inginkan Nissan Terra harap bersabar. Ternyata Nissan Indonesia baru akan mengirimkan produk terbarunya itu pada akhir 2018.

Head of Product Communications PT Nissan Motor Indonesia (NMI), R I Hana Maharani, mengungkapkan mereka akan mengirimkan SUV ladder frame ini periode Oktober sampai Desember 2018. Cuma konsumen sudah bisa melakukan pemesanan untuk Terra.

“Akan kita kirim di kuartal tiga fiskal year 2018. Jadi kira-kira Oktober sampai Desember, nanti kita beritahukan lagi,” ujarnya Jumat (22/9/2018) di Plaza Senayan Jakarta.

Sayangnya Hana tidak bisa membeberkan berapa jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Terra. Hanya saja dia akui animonya sesuai dengan harapan di awal.

“Kami tidak bisa sebut angka, itu peraturan perusahaan. Setelah GIIAS 2018, minatnya cukup bagus dan kami optimis mobil ini bisa diterima masyarakat,” sambungnya.

Bagi yang saat ini tertarik dengan rival Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport itu, bisa memesan dengan harga pre-booking dikisaran Rp460 juta hingga Rp650 juta yang terbagi atas empat varian.

“Harga saat ini masih pre-booking. Penetapan harga, kami punya banyak pertimbangan termasuk mata uang. Nanti akan kami informasikan sebelum pengiriman.”

(UDA)

Mitsubishi Stop Impor Mirage

Impor Mitsubishi Mirage sudah mulai dihentikan. Mitsubishi

Jakarta: Mitsubishi Indonesia ternyata sudah menghentikan impor Mirage. Diketahui kalau merek berlogo tiga berlian ini ingin fokus ke pasar lain yang lebih gemuk.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, menjelaskan mereka sudah tidak memasukan rival Suzuki Ignis dan Honda Brio ini per semester kedua 2018. Selama ini Mirage di impor langsung dari Thailand.

“Belum ada rencana produk baru. Masih ada sedikit di pasar. Mirage itu impor, dan kami sudah tidak impor lagi,” kata Irwan Kuncoro di Sport Stube Jakara.

Geng Pulogadung ini juga mengakui kalau pasar citycar sedang turun. Sehingga akan mengalihkan fokusnya ke pasar-pasar gemuk tanah air.

“Citycar trennya menurun. Jadi wajar jika kami fokus ke pasar yang lebih prospek dengan pertumbuhan yang positif.”

“Citycar menurun tidak lepas dari LCGC. Saat LCGC citycar ‘meledak’, tapi tergantikan model 7-seater. Jadi bicara value, konsumen pilih yang lebih value for money,” sambungnya.

Mengacu wholesale data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada semester I 2018, Mitsubihsi Mirage hanya 259 unit, padahal periode sebelumnya sampai 1.076 unit.

(UDA)

Hasil Uji Tabrak Suzuki Jimny Tak Semenarik Tampilannya

Euro NCAP melakukan uji tabrak untuk All New Jimny. EuroNCAP

Eropa: Lembaga uji keamanan kendaraan, Euro NCAP, melakukan pengetesan keamanan All New Suzuki Jimny. Sayangnya, hasil yang diraih tidak maksimal.

Mobil mungil ini hanya mendapatkan tiga bintang dari total lima bintang. Padahal di sesi yang sama juga sedang di uji All New Audi A6 dan Volkswagen Touareg yang mendapatkan bintang lima, dan Ford Turneo yang mendapatkan bintang empat.

Jimny terbaru hanya mencatatkan 73 persen perlindungan untuk penumpang dewasa dan 84 persen untuk perlindungan anak-anak. Fitur safety assist Jimny terbaru mendapatkan 50 persen, dan keamanan bagi pejalan kaki mendapat skor 52 persen.

Ketika frontal offset test (bagian depan mobil ditabrakkan setengah), kompartemen penumpang Jimny mengalami banyak pengubahan. Simulasi dengan crash test dummy menunjukkan ada perlindungan yang baik untuk lutut dan paha. Sayangnya perlindungan area dada pengemudi dinilai kurang memuaskan.

Sementara pada full-width test (mobil tabrakan dari depan sepenuhnya), perlindungan kepada pada penumpang belakang terbilang tidak begitu baik. Demikian juga dengan perlindungan untuk dada pengemudi dan penumpang belakang juga dinilai kurang.

Tak hanya itu, airbag pengemudi dinilai kurang memiliki tekanan, meski airbag mengembang namun tetap menyebabkan kepala dummy terbentur lingkar kemudi.

(UDA)

Bos Baru Mitsubishi Indonesia Ingin Mobil Baru Produksi Cikarang

Bos baru Mitsubishi Indonesia ingin produk yang mereka jual semuanya diproduksi secara lokal. Dok Medcom.id

Jakarta: Naoya Nakamura akan menggantikan Kyoya Kondo sebagai Presiden Direktur PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Sejumlah target juga sudah dipersiapkan untuk suksesor begawan MMKSI Indonesia tersebut.

Nakamura akan menggantikan Kondo di saat kondisi Mitsubishi Indonesia sedang bagus domestik maupun global. Catatan data penjualan secara wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, pabrikan berlogo tiga berlian itu sudah menjual 100.122 unit.

Hasil ini membuat Mitsubishi menjadi pabrikan nomor dua di Indonesia, di bawah Toyota dan menggugguli Daihatsu dan Honda. Sedangkan di global, Indonesia menjadi pasar terbesar mengalahkan Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Saya diminta manajemen Mitsubishi Motors Corp (MMC) untuk meningkatkan bisnis kendaraan penumpang Mitsubishi di sini menjadi lebih baik lagi, dengan dasar kesuksesan yang sudah dibangun oleh Kondo,” ujar Nakamura di Sportstube Jakarta.

Salah satu rencana untuk meningkatkan penjualannya adalah dengan menambah lini produk yang ditawarkan Bahkan dia juga sudah memiliki rencana pabrik di Cikarang, Jawa Barat, memproduksi mobil baru lainnya.

“Sebelum ke Jakarta, saya ke Tokyo dahulu dan menjalani banyak rapat dengan manajemen. Satu yang bisa saya katakan, kami akan meluncurkan produk baru yang dirakit di pabrik kami di Indonesia,” ujar Nakamura.

Sayangnya dia tidak bisa memberberkan model yang akan dirakit di Indonesia. Apakah model mobil keluarga, SUV, atau model lainnya.

Saat ini pabrik Mitsubishi di Cikarang baru memproduksi Xpander, beberapa varian Pajero Sport, kendaraan niaga ringan L300 dan T120SS. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai bos Mitsubishi Rusia ini inginkan pabrik di Cikarang juga kompetitif dibandingkan pabrik Mitsubishi di belahan negara lainnya.

Pabrikan

(UDA)

Nuvolks Pelesir dan Jajal Trek Pendek ke Garut

Nuvolks mengisi kegiatan akhir pekan dengan touring ke Garut. Nuvolks

Jakarta: Para pengendara Volkswagen yang bergabung di Nuvolks mengisi akhir pekan mereka dengan kegiatan touring. Destinasi mereka kali ini ada daerah Garut.

Kegiatan ini berlangsung akhir pekan pada 5-6 September 2018. Sebanyak 21 member dari berbagai daerah ikut serta di acara senang-senang tersebut.

“Konsep touring kita kali ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri antar member Nuvolks dari beberapa kota lainnya, seperti Cirebon, Karawang, Bandung, dan juga Jakarta,” ungkap Ketua Harian Nuvolks Jakarta, Aji Aulyano, melalui keterangan resminya.

Dipilihnya Garut karena area ini dirasa terjangkau oleh para member Nuvolks. Mengingat daerah ini juga cukup strategis untuk para member Nuvolks yang berada di Bandung, Jakarta, Cirebon, dan beberapa daerah lainnya.

Sampai di Garut, para pecinta mobil Jerman ini juga mengunjungi Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Garut. Bahkan mereka sempat melakukan konvoi bareng untuk mengitari Garut.

“Kami pun diundang khusus untuk sekadar kopi darat (kopdar) untuk ngopi-ngopi gratis, yang dikemas dengan panen raya yang kebetulan tempatnya itu asyik sekali di Kampung
Muara Sunda (KMS) Garut,” tambah Ketua Pelaksana Touring Nuvolks, Muhammad Ilham.

“Kami ucapkan terima kasih kepada HDCI Garut atas sambutannya kepada Nuvolks. Tidak lupa juga kepada Garasi.id yang telah banyak mendukung kegiatan Nuvolks, khususunya touring kali ini,” sambungnya.

Garasi.id juga memang saat ini sedang gencar mendekatkan diri kepada masyarakat. Car listing dari kaskus menjadikan komunitas sebagai salah satu cara mereka mendekatkan diri kepada pecinta otomotif.

(UDA)

Volkswagen I.D. Buzz Cargo Concept Sasar Segmen Komersial

Volkswagens I.D. Buzz Cargo Concept diungka di Hannover, Jerman. Carscoops

Jerman: Tidak hanya menyasar pasar mobil penumpang bertenaga listrik. Pabrikan asal Jerman itu juga menyasar segmen komersial dengan mengungkap model konsep baru I.D. Buzz Cargo Concept di Commercial Vehicle Show di Hannover, Jerman, yang berlangsung 20-27 September 2018.

Dilansir Carscoops, I.D. model secara teknis didasarkan pada modular electric drive kit (MEB) dan secara gaya berdasarkan I.D. Buzz people carrier, juga dikenal sebagai model new Bulli.

Perbedaannya, I.D tidak memiliki jendela lateral di belakang pintu depan seperti model Bulli. Termasuk bagian belakang yang diperpanjang 4,2 inci untuk kapasitas kargo yang lebih besar. 

Dalam hal ukuran, I.D. Konsep Buzz Cargo mencerminkan Transporter. Panjangnya sekitar 198,7 inci, lebar 77,8 inci, tinggi 77,3 inci, dengan jarak sumbu roda 129,9 inci.

Mobil komersial pertama yang dibangun berdasarkan I.D. penumpang ini menjanjikan ruang yang sangat baik, dan sistem kargo yang sepenuhnya digital. Kompartemen kargo dilengkapi dengan sistem rak elektrifikasi yang dikembangkan untuk teknisi servis dan teknisi pemeliharaan. 

Sistem ini menawarkan konektivitas dengan unit kontrol fungsional untuk pengguna, memungkinkan untuk pelaksanaan pekerjaan dan sistem pemesanan. Misalnya, semua item di rak dapat dilacak dan jika seseorang membutuhkan item, mereka dapat mengirimkannya secara otomatis. Pintu terbuka secara elektrik, dan sistem rak dapat disesuaikan.

Buzz Cargo juga menawarkan mode berkendara otomatis sepenuhnya I.D. Pilot (level 4) dan driving range dari sekitar 330 km hingga lebih dari 550 km dalam siklus WLTP. Kisaran tergantung pada ukuran baterai dan versi model tertentu dan dapat diperpanjang hingga 15 km per hari berkat modul surya di atap. VW mengatakan paket baterai yang kompatibel memiliki antara 48 kWh dan 111 kWh.

Konsep yang dipamerkan di Hannover menampilkan motor listrik 150-kW (204 PS / 201 daya kuda)  yang menggerakkan poros belakang dan baterai lithium-ion 48-kWh yang memungkinkannya mencapai kecepatan tertinggi secara elektronik 160 km / jam. Sistem all wheel drive seperti yang ada di I.D. Buzz juga bakal ditawarkan. I.D. Buzz diharapkan mulai diproduksi pada 2022, sementara versi Cargo diharap mulai diproduksi pada awal 2021.

(UDA)

Varian Lengkap VW Beetle untuk Ragam Segmen

Volkswagen Beetle punya banyak varian. AFP

Jakarta: Kesuksesan Volkswagen (VW) menciptakan mobil yang ikonik tercermin pada VW Beetle “Type 1”. Di negara asalnya Jerman mobil ini dijuluki Kafer, dan di Indonesia dikenal sebagai VW Kodok.

Walaupun bentuk dan desainnya terlihat sama dari awal hingga akhir produksi, namun di beberapa negara mobil ini diciptakan dengan banyak varian. 

Contohnya versi 1949, VW Kodok punya desain kaca belakang yang khas model split window atau terpisah. Pada 1951 detailnya sedikit berbeda, dengan adanya satu spion yang terletak di bagian kanan. 

Pada 1954-1959, desain kaca belakang tidak lagi terpisah, tapi masih berbentuk oval. Kemudian pada 1960-1969, desain kaca belakang mulai dan dengan penambahan lampu sen dan lampu rem di bagian belakang.

Pada 1966 VW Kodok mengusung mesin 1.100 cc menghasilkan tenaga 30 daya kuda pada putaran mesin 3.300 rpm dan torsi 68 Nm pada putaran mesin 2.000 rpm. Keberadaan mesin 1.100 cc diganti engan kapasitas yang lebih besar 1.200 cc bertenaga 40 daya kuda dengan rasio kompresi 7:1. Di era 1960an mulai masuk beberapa tipe VW Kodok seperti 1200, 1300, 1302, 1303, 1302LS, 1500, Super beetle, dan banyak lagi.

Sedangkan model Kodok yang beredar di Indonesia, hadir dalam bentuk dan varian yang sama, yakni moel dua pintu, berpenggerak belakang dan posisi mesin juga di belakang. Model ini memiliki kapasitas lima penumpang. 

VW Kodok diproduksi mulai 1938 dan masuk ke Indonesia sekitar akhir 1940an. VW Kodok versi 1302 yang masuk di Indonesia antara 1970 hingga 1976. Versi 1302 menggunakan mesin four horizontally opposed pendingin udara, dengan kapasitas mesin 1.300 cc. Kemudian versi 1303 masuk Indonseia pada 1973 dengan lampu belakang dan interior yang lebih mewah dibanding versi 1302. 

*diolah dari berbagai sumber

(UDA)

Jean Claude Rude Pecahkan Rekor Slipstream

Pembalap sepeda Jean Claude Rude pecahkan rekor Slipstream 239 km per jam. Autoevolution

Inggris: Pembalap sepeda Jean Claude Rude pecahkan rekor Slipstream. Yakni bersepeda di belakang Porsche Cayenne Turbo dengan kecepatan tinggi. Slipstream adalah titik di belakang objek bergerak, di mana sepeda bergerak secepat objek di depannya. 

Untuk memecahkan rekor tersebut, Rude harus melakukan sejumlah persiapan mulai dari fisik, sepeda hingga mobil yang akan digunakan. Sepeda yang digunakan Rude didesain khusus oleh arsitek Neil Campbell, yang dicptakan menggunakan bahan serat karbon dan bagian cetakan 3D. 

Termasuk fitur gigi roda yang dapat diganti, jarak sumbu roda lebih panjang daripada sepeda konvensional, serta menggunakan ban yang dibuat khusus.

Sementara pengemudi Porsche Cayenne Turbo adalah dua juara balap drag asal Inggris, yakni Andy Frost, yang membantu menarik sepeda hingga kecepatan 177 km per jam, dan melepaskannya agar pengendara sepeda berakselerasi pada kekuatan ototnya sendiri.

Lintasan Bandara Elvington Airfield di Yorkshire, Inggris, menjadi saksi bagi Rude dalam melakukan aksinya. Ia berhasil memecahkan rekor barunya pada kecepatan 239 kilometer per jam. Prestasi itu sekaligus memecahkan rekor yang Ia torehkan sebelumnya, yakni 217,7 km per jam.

“Saya mengayuh, lebih keras dan lebih keras, sebelum saya keluar dari mobil lebih dari 160 km per jam dan menundukkan kepala dan memberikannya semampu saya. Ini adalah perasaan yang luar biasa untuk mendapatkan 239 km per jam di landasan pacu yang sedemikian singkat adalah sesuatu yang saya harapkan,” kata Rude seperti dirilis Autoevolution.

(UDA)

Hyundai Buka Fasilitas Perbaikan Bodi dan Cat di Simprug

Hyundai Buka Fasilitas Perbaikan Bodi dan Cat di Simprug. (Foto: Dok. Hyundai)

Jakarta: Guna menambah pelayanan terhadap konsumen, PT Hyundai Mobil Indonesia merilis fasilitas perbaikan bodi dan cat (body and paint) kendaraan Hyundai di outlet Hyundai cabang Simprug, Jakarta Selatan, pada 10 September 2018.

Fasilitas resmi dari PT Hyundai Mobil Indonesia yang berlokasi di Jalan Teuku Nyak Arief Nomor 14 Jakarta Selatan, itu melayani perbaikan dan pengecatan kendaraan Hyundai. 

Kehadiran fasilitas terbaru ini kian memberi konsumen pilihan tempat perbaikan bodi kendaraan secara total (full body) maupun per panel, mulai dari kondisi ringan hingga berat. 

“Perbaikan struktur permukaan dan pengecatan mobil kini bisa dilakukan di Hyundai cabang Simprug,” ujar Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia Hendrik Wiradjaja.


(Foto: Dok. Hyundai)

Fasilitas bodi dan cat Hyundai ini, kata Hendrik, sudah didukung fasilitas oven booth dan paint mixing room dengan menggunakan material cat berkualitas tinggi, dan alat pengering dengan sistem infrared untuk percepatan perbaikan (quick service) untuk hasil pengecatan yang sempurna.


(Foto: Dok. Hyundai)

Hadirnya fasilitas ini semakin melengkapi layanan 3S+BC (Sales, Service, Spareparts + Bodi & Cat). Konsumen akan merasakan pelayanan lengkap dalam satu tempat, One Stop Solution, mulai dari pembelian mobil, menjaga/merawat performa kendaraannya, menggunakan spareparts resmi, hingga melakukan perbaikan eksterior bodi dan cat di Hyundai.

“Selain itu, perbaikan atau klaim asuransi dapat dilakukan di fasilitas ini. Konsumen pun dapat menikmati promo berupa cicilan hingga tiga bulan dengan bunga nol persen menggunakan kartu kredit yang bekerja sama,” ucap Hendrik.

(ROS)

Merapah ke ‘Jantung’ Jawa dengan All New BMW X3

Solo: Yogyakarta dan Solo memiliki kesamaan akar budaya. Sejumlah lokasi di kedua kota ini menarik untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata.

Tim Medcom.id memutuskan untuk menjelajahi beberapa wilayah di Solo dan Yogyakarta dengan All New BMW X3 varian xDrive20i Luxury. Tampilannya yang menarik mata, performanya yang kuat, dan fungsional menjadikan All New X3 dirasa cocok untuk menemani perjalanan kali ini.

Kami membawa SUV asal Jerman ini dari Jakarta menuju Solo, Yogyakarta, dan akhirnya kembali di Jakarta. Di dalamnya terdapat tiga orang penumpang, dengan beberapa travel bag, serta mengandalkan kualitas bahan bakar Pertamax Turbo.

Eksterior

Gaya khas BMW yang modern dan tegas rasanya bertolak belakang dengan nuansa Jawa, khususnya Solo dan Yogyakarta, yang tenang. Jaminan setiap All New X3 melintas akan mencuri pandangan orang-orang yang dilewatinya.

Gaya sporty All New X3 memberikan penegasan yang akan statusnya di jajaran SUV lainnya. Body dengan desain sedikit banyak terasa bentuk kotak berpadu dengan lekukan otot di beberapa bagian. Belum lagi penggunaan pelek 19 inci, dual pipe, shark fin, spoiler belakang, hingga warna biru metalik berpadu aksen hitam di beberapa bagian bawah menunjukan gagahnya SUV asal Jerman ini.

Mewahnya All New X3 juga ditunjukan dengan beberapa aksen krom di beberapa bagian. Sebut saja kidney grill, kemudian aksen krom di bawah foglamp dan bumper depan, list di panel kaca dan samping pintu, dan knalpot yang mengkilap.

Belum lagi penggunaan lampu LED untuk lampu depan dengan Adaptive LED dan foglamp memberikan fascia yang tegas. Di belakang juga tidak kalah tegas dengan lampu desain L yang menjadi ciri khas BMW.

Interior

Masuk ke kabin untuk pertama kalinya, suasana mewah menjadi sajian utamanya. Kombinasi hitam dan coklat, dengan bahan kulit menjadi nilai utama dari SUV lima penumpang ini.

Warna hitam di bagian dashboard meninggalkan kesan tegas dan sporty. Balutan di kulit lingkar kemudi memberikan kenyamanan ketika digenggam.

Kemudian kulit coklat memberikan elegan namun dengan rasa kasual. Mulai dari penggunaan aksen kayu di dasbor dan konsol tengah, juga kulit coklat di jok dan trim pintu.

Mobil-mobil BMW dengan citra teknologi terdepan juga sangat kental di All New X3. Terlihat dari konsol tengah dengan desain perseneling yang futuristik, kemudian tombol-tombol mode berkendara, elektronik parking brake, konsol putar untuk mengatur sistem hiburan, hingga AC yang sudah menggunakan model dual climate yang bisa diatur suhunya.

Begitu juga jok belakang yang dibalut dengan bahan kulit menambah kenyamanan penumpang di baris kedua. Meski miliki tinggi 180 cm, penumpang di belakang bisa duduk dengan nyaman karena legroom dan headroom tersisa banyak. Posisi jok baris kedua juga di buat agak lebih tinggi membuat penumpang bisa melihat kondisi jalanan lebih leluasa.

Impresi Penumpang

Ketika duduk pertama kali di jok pengemudi, ukurannya terbilang cukup besar untuk driver tester dengan 165 cm dan bobot 67 kilogram. Meski demikian, desain jok masih menjaga badan pengemudi ketika mobil bermanuver dengan kecepatan tinggi.

Ukuran tester driver kami yang terbilang kecil ini juga masih bisa mendapatkan posisi mengemudi terbaiknya. Pengaturan jok secara elektrik serta setir yang sudah menganut sistem teleskoptik membuat sangat mudah untuk meletakan setir di posisi yang tepat.

Ketik duduk di baris kedua, penumpang juga bisa melihat pemandangan di depan lebih luas. Jok belakang tampaknya di desain sedikit lebih tinggi, dan membuat visibilitas penumpang belakang lebih leluasa.

Satu yang perlu diperhatikan adalah kekedapan kabin All New X3 patut diacungi jempol. Berpadu dengan speaker Harman Kardon yang memang juaranya menghasilkan audio benar-benar memanjakan telinga penumpang.

Suasana dan perjalanan juga semakin seru dengan ambient light yang menambah keseruan ketika mengemudi. Ada juga sistem gesture control untuk mengatur volume dan mengganti lagu, pasti menjadi hiburan tersendiri selama perjalanan.

Performa

Urusan performa didukung dengan mesin bensin 2.000 cc berteknologi TwinPower Turbo. Ketika diinjak pedal gas, tenaga 258 daya kuda dan torsi 290 nm siap diledakan.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi steptronic 8-percepatan yang dilengkapi dengan predictive gear shift.

Rasa-rasanya untuk urusan tenaga All New X3 terasa melimpah. Mulai dari model berkendara eco, comfort, hingga sport semua mumpuni diajak melesat di jalanan dengan berbagai kondisi.

Sebagai contoh ketika masuk di area jalanan yang macet di Yogyakarta atau Solo, bisa menggunakan mode berkendara eco. Saluran tenaga dari mesin terasa lembut tetapi masih cukup responsif untuk kondisi jalanan berkarakteristik stop and go.

Kemudian di jalanan antar provinsi atau sedikit menanjak menuju kawasan Kaliurang Yogyakarta, bisa menggunakan mode berkendara comfort yang lebih responsif. Alhasil, terasa perbedaan tenaga yang lebih agresif dan juga handlingnya juga lebih baik.

Sedangkan melesat di jalanan tol yang kosong dan lengang macam Cipali bisa mengandalkan mode Sport. SUV terbaru dari BMW Indonesia ini semakin menggila melesat di atas beton. Bahkan tidak sulit rasanya jarum speedometer melewati 160 kilometer per jam (kpj).

Penggunaan sasis baru juga terasa berpengaruh terhadap pengendalian All New X3 dikecepatan tinggi. Pengurangan bobot dan meningkatkan nilai aerodinamis membuat handling All New X3 terasa presisi di lingkar kemudi dan tidak ada buangan di bagian belakang.

BMW mengklaim konsumsi All New X3 mencapai 7,6 kilometer per liter (kpl). Cuma diperjalanan kali ini, multi indicator display (MID) menunjukan tembus 10 kpl.

Harga & Kompetitor

BMW Group Indonesia menjual All New X3 xDrive20i Luxury dengan harga Rp1,126 miliar (on the spot Jakarta). SUV ini bisa menjadi pilihan ketika ingin membeli Audi Q5, Lexus NX, atau juga Mercedes-Benz GLC.

Secara keseluruhan harga yang ditawarkan dengan kenyamanan, performa, dan kesenangan berkendara yang ditawarkan memang sebanding. Menjelajah pusat kebudayaan Jawa semakin menyenangkan, tetap tampil bergaya tanpa melupakan akar kebudayaan Indonesia.

(UDA)