Limbah Baterai Mobil Listrik Mesti Ditangani Serius

Mercedes-Benz Privilege Parking with EQ Power Charging di Plaza Indonesia. Mercedes-Benz

Jakarta: Beberapa merek otomotif sedang mempersiapkan untuk mendatangkan mobil listrik ke Indonesia. Berbagai persiapan tentu dilakukan, termasuk manajemen limbah baterai.

Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hari Arifianto, menjelaskan Mercedes-Benz sedang mempersiapkan untuk memasukan E 350e yang mengusung teknologi plug-in hybrid. Mereka juga sudah mempersiapkan manajemen limbah baterai dari listrik tersebut.

“Kami sudah siap mengikuti protokol penanganan baterai hybrid. Karena sejauh ini masih satu-satunya tempat limbah baterai bisa di proses di Eropa. Pelayanan ini akan berlaku di seluruh dunia, sama semua standar Mercedes-Benz,” ujar Hari Senin (24/9/2018) di Lamoda Jakarta.

Menurutnya penanganan baterai listrik harus dilakukan secara hati-hati dan khusus. Mengingat limbah baterai juga termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Itu (limbah baterai) butuh penanganan khusus, misalkan pengemasannya, cara pengiriman, tidak boleh ditunda pengiriman, tempat penyimpanannya juga khusus tidak boleh sembarangan karena terkait limbah B3.”

Jika konsumen mobil listrik, khususnya Mercedes-Benz kelak, maka urusan limbah baterai ini menjadi tanggung jawab pabrik. Mengingat baterai ini tidak boleh disimpan dan harus segera diproses.

(UDA)